Suratku Untuk Adik Perempuanmu

by - August 05, 2018


Halo, adik...

Mungkin saat ini kamu tengah risau akan sebersit kabar. Bahwa akan datang seseorang yang kelak menjadi pendamping pria yang sangat kamu sayangi; kakak laki-lakimu. Seseorang yang mengaku akan menjadi penggenap separuh agamanya.

Sosoknya mungkin terdengar asing di telingamu. Jangankan tabiatnya, namanya saja tak pernah masuk dalam daftar kontakmu. Dan kehadirannya barangkali membuatmu khawatir kasih sayang kakakmu akan berkurang.

Tapi tenanglah, adik...
Kakakmu akan tetap menjadi milikmu dan aku tidak sedang berusaha merebutnya darimu. Kamu akan tetap menjadi adiknya yang paling dia sayangi.

Sebab, akupun pernah berada di posisimu. Sebagai adik perempuan yang kakak laki-lakinya sudah menikah, aku paham betul seperti apa rasanya. Percayalah bahwa kekhawatiran itu takkan berlangsung lama. Sebab, seorang kakak akan tetap menjadi kakak, yang menyayangi adik-adiknya.

Boleh kusampaikan sesuatu padamu, dik?
Kamu mungkin tidak akan mendapatiku seperti kebanyakan calon kakak ipar lain, yang melakukan pendekatan secara intens dengan calon adik iparnya. Aku khawatir itu akan membuatmu semakin tidak nyaman dengan kehadiranku. Tapi ketahuilah, akupun ingin menjadi kakak sekaligus teman baik untukmu. Aku ingin kita menjadi dekat layaknya sepasang kakak-adik kandung. Hanya saja, semua butuh waktu.

Kamupun tidak perlu tergesa-gesa untuk bisa segera akrab denganku. Aku paham, kamupun butuh waktu. Biarkan semua proses itu berjalan secara alami, tanpa ada yang harus dipaksakan.
 
Kelak, jika sudah saatnya, ceritakanlah padaku tentang masa kecil kalian, tentang hal-hal yang menjelma kakakmu menjadi pria yang mengagumkan seperti sekarang.

Sebab, pengetahuanku tentangnya masih belum seberapa. Apalagi jika dibandingkan denganmu, banyak hal tentangnya yang masih luput dari pengamatanku. Bersediakah kamu membantuku menyelami dunianya sekaligus menjadi ipar yang baik?

Maafkan ya dik, jika calon kakak iparmu ini terlalu banyak bicara. Karena sejujurnya, diapun sedang dirundung kekhawatiran yang tidak kalah besarnya.


* * *

Saudarimu,
انندا


You May Also Like

0 comments